Kerinci - Adapun warga yang berhak menerima BLT, sebelumnya sudah didata terlebih dahulu dan juga melalui musyawarah desa siapa saja yang dinyatakan berhak untuk menerima BLT yang disalurkan dari dana desa.
Namun dalam penyaluran desa, terlihat ada kejanggalan di desa koto petai kecamatan tanco Kabupaten Kerinci. Pasalnya dalam penyaluran BLT tahap pertama kades koto petai, diduga tidak menyalurkan BLT ke beberapa nama warga yang sudah terdaftar yang seharusnya menerima BLT, sehingga tidak mendapatkan bantuan tersebut.
Salah seorang sumber menyebutkan kades KSM tidak menyalurkan BLT ke warga yang sudah terdaftar sebagai penerima BLT. Bahkan ada warga yang pulang dari haji malah mendapatkan bantuan tersebut.
“Dari temuan saya beberapa orang warga yang sudah terdaftar sebagai penerima BLT tidak mendapatkan BLT tersebut ada sekitar 10 orang,” ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Saat dikonfirmasi melalui via Whatsapp, Kades Koto Petai KSM berdalih. salah seorang aktifis Jhontek mengunggkapkan. " terkait daftar nama penerima BLT yang sudah terdaftar tidak menerima BLT jelas ini diduga dengan sengaja menghilangkan namanya ingin meraup keuntungan dari BLT ini,” ujarnya.
“Saya selaku kontrol sosial akan melaporkan kades ini ke Kejaksaan Negeri Sungai Penuh. Ini tidak bisa dibiarkan. Agar ada efek jera buat kades kades lain. Jangan semena mena menghilangkan nama warga yang sudah terdaftar sebagai penerima BLT yang besar 600 ribu,” pungkas Jhontek. (TIM)
Facebook comments