Jambi - Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Drs.H.M.Dianto minta pelayanan Samsat di daereah ini terus ditingkatkan. Hal tersebut dikatakan Dianto saat mengunjungi kantor Samsat Kota Jambi, Rabu (6/12/2017).
Dalam kunjungan kerjanya itu, Dianto melihat kondisi fisik dan pelayanan yang ada di Samsat Kota Jambi. Pada pertemuannya dengan Kepala UPTD Samsat Jambi, Drs. Mahrup beserta jajarannya, Sekda menekankan peningkatan pelayanan Samsat sebagai lumbung penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jambi. Ia juga akan mengevaluasi setiap Kantor Samsat di kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.
"Samsat ini adalah potensi penerimaan Provinsi yang paling utama. Jadi, OPD Pemerintah Provinsi Jambi tidak akan berjalan tanpa Samsat ini. Dimana Samsat ini minimal dalam satu hari menerima pemasukan Rp 1 miliar lebih, jika dalam kondisi yang ramai bisa mencapai Rp 2-3 miliar," ujar Sekda.
Apa yang dihasilkan dari Samsat ini, maka wajib pajak berhak untuk mendapatkan pelayanan yang prima. Ombusman sangat memberikan perhatian kepada dinas/instansi yang memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kita berada pada posisi yang sering dikeluhkan oleh masyarakat dalam memberikan pelayanan maksimal dan prima. Oleh karena itu, saya mengecek dari petugas, sistemnya bagaimana, pembayaran dan juga sinergitas dengan 3 institusi yang ada, mulai dari Pemprov, Jasa Raharja, dan Kepolisian, masing-masing memiliki peranan sendiri-sendiri dan itu harus sinergi," kata Sekda.
Masyarakat sebagai wajib pajak ketika datang ke Samsat harus memiliki kepastian waktu berapa lama mereka harus mengurus apa yang mereka butuhkan. Menurut Sekda, untuk melayani masyarakat, sistemnya sudah jelas dari mulai dia masuk, ambil berkas, menulis ,memasukan ke loket pertama itu sampai membayar harus bisa diukur dengan waktu misalnya 25 menit.
Selain sistem pelayanan, tegas Sekda, arsip juga harus memdapatkan perhatian karena arsip-arsip di sini adalah arsip yang aktif yang sangat dibutuhkan wajib pajak, dan penjagaan akan dibantu oleh Satpol PP yang akan bekerja usai jam pelayanan, dengan tujuan untuk mencegah terjadinya calo.
Sedangkan Kepala UPTD Samsat Jambi, Drs. Mahrup mengatakan, ada beberapa arahan yang diberikan oleh Sekda, yakni pelayanan dan kebersihan, keamanan, terutama kondisi di malam hari harus dijaga, dikarenakan selama ini dilaksanakan oleh tenaga kontrak. Kantor ini ini yang memiliki aset dan arsip penting dan harus dijaga 24 jam, dan nanti akan melibatkan Satpol PP.
“Masalah pelayanan, Sekda meminta kita untuk bekerja maksimal dengan memberikan pelayanan terbaik. Untuk itu, akan ditingkatkan kedisiplinan, perubahan alur pelayanan sehingga wajib pajak yang datang pertama harus keluar pertama," ujar Mahrup.
Mahrup menambahkan, target perolehan pendapatan dari sektor pajak kendaraan Rp 533 miliar dan sampai saat ini telah mencapai Rp 511 miliar. Ia optimis target ini akan tercapai, saat ini sudah 96 persen, untuk target tahun depan masih dalam pembahasan. (hms/rv)
Facebook comments