Kerinci - Masyarakat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh dalam beberapa hari terakhir kembali resah akibat ulah PLN dimana listrik kembali hidup mati (Byar-Pet) malah jangka waktu pemadaman dari 3 sampai 5 jam sehingga mengakibatkan aktivitas warga terutama malam hari sering merasa terganggu.
Seringnya lampu Byar-Pet membuat sebagian besar masyarakat berspekulasi, mulai dari isu masalah pohon yang mengganggu jaringan transmisi, kelalawar menabrak kabel Jaringan, isu sabotase, hingga upaya efisiensi yang dilakukan PLN dengan mengabaikan keamanan sistem kelistrikan.
Nur, salah satu pelaku usaha di kecamatan Sitinjau Laut, Jumat (27/8) merasa kesal kepada PLN karena tidak ada memberitahukan terlebih dahulu jika lampu akan sering mati.
"Biasanya jika lampu akan dimatikan secara bergilir terlebih dahulu pihak PLN akan memberikan pengumuman, tapi ini tidak ada sama sekali," katanya.
Ia menambahkan tidak terjadwalnya lampu mati kadang siang, kadang malam sehingga mengakibatkan pihaknya merugi karena tidak bisa berusaha, dimana sewaktu baru mulai membuka usaha tiba-tiba lampu mati.
Untuk itu dia berharap PLN sebagai salah satu perusahaan milik negara bisa dapat bekerja secara profesoinal apalagi dimasa pendemi yang sedang menghantui negara ini.
Nur menambahkan dalam satu hari PLN bisa mematikan lampu 2 sampai 3 kali dalam sehari, disaat ekonomi lagi susah di tambah PLN berulah pula.
Sampai berita ini dinaikan, Kepala PLN Cabang Sungai Penuh, Aziz ketika dikonfirmasikan via hand phone belum bisa terhubungi.(Kphs)
Facebook comments