Kerinci - Proyek yang diperuntukkan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Kerinci menuai polemik, isu yang berhembus di kalangan masyarakat setempat dan para majelis guru Danau Kerinci.
Terkait proyek yang diajukan kepala sekolah (Kepsek) pada tahun 2018/2019 tidak diketahui secara detil oleh para guru, ironisnya lagi guru hanya di minta kepsek untuk fokus ke pada siswa.
Salah satu sumber terpercaya dan kuat pada wartawan ini sabtu (17/1), minta nama tidak di tulis untuk menjaga keharmonisan sekolah, bahwa proyek yang diajukan oleh kepsek hanya kerjasama dengan bendahara Sekolah SMK.
Proyek yang sudah dilaksanakan dan sedang di dikerjakan diantara lain dari kementerian pendidikan dan pkn pusat
1.Proyek pagar sekoah Rp.100 juta (Kementerian pendidikan)
2.Proyek kandang sapi Rp.800.Juta (Kementerian pertanian)
3.Proyek pagar Vinus Rp.800 (PLN pusat)
4.Bantuan Junder (mesin.tanah) 2018/2019 2 Buah Rp.500 juta (Kementerian pertanian)
5.Pagar sekolah 2019 sedang dikerjakan saat ini Rp.81 juta
Total semua dana yang masuk dari tahun 2018 sampai November 2019 sebesar Rp.2,2 M. Dan kesemuanya diduga dilakoni dan dilakukan oleh kepsek dan bendahara Bos.
Sementara kepsek ketika diminta keterangan terkait proyek yang dia laksanakan, membenarkan tentang proyek tersebut.
“O iya, semuanya itu saya lakukan untuk sekolah,” ucapnya Kepsek.
Jhontek dari lembaga swadaya masyarakat laki, bersama viraljambi.com menginvestigasi ke lokasi, Jumat (15/11), menemukan kondisi proyek kandang sapi yang asal jadi dan sekolah yang kurang terawat seperti WC, Mushalla, labor, ruang pertemuan.
“Kami minta dinas terkait provinsi dan kementerian PLN pusat, untuk mengecek bantuan yang sudah disalurkan, hasil pantauan di lapangan banyak proyek yang tidak beres,” ungkap Jhontek .(TIM)
Facebook comments