Skip to main content

Sesatkan Sejarah, 4 Depati Alam Kerinci Ambil Sikap

4 depati
Sesatkan Sejarah, 4 Depati Alam Kerinci Ambil Sikap

Kerinci, – Penolakan terhadap keberadaan Adat Ujung Kerajaan Pagaruyung Rencong Telang di Kerinci kian gencar dilakukan, para pemangku Negeri Kerinci yang memakai dan menjalankan Adat Busendi Syarak, syarak busendi kitabullah di 4 kedepatian bersepakat menolak keberadaan Adat Ujung Kerajaan Pagaruyung Rencong Telang yang mengklaim menguasai tanah Ulayat Adat di Kerinci.

Hal tersebut dikabarkan telah dilakukan duduk busamo 4 Depati, diantaranya ; Depati Hatur Bumi Hiang, Depati Biang Sari Pengasi dan Depati Muaro Langkap Tamiai, yang mengambil tempat di Desa Pulau Sangkar pada beberapa hari lalu.

1

Hasil dari pertemuan dan duduk bersama tersebut, menghasilkan keputusan menolak keras keberadaan Adat Ujung Kerajaan Pagaruyung Rencong Telang dan menyatakan seruan kepada anak muda untuk ikut serta menolak penyimpangan sejarah Kerinci yang menyesatkan yang diduga dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. 

Berdasarkan surat edaran tersebut pelanggaran berat terhadap penyimpangan sejarah mengatakan Ulayat Adat Depati Rencong Telang tidak pernah dijajah. 

Tidak pernah berada dibawah kedepatian Adat Ujung Kerajaan Pagaruyung.

2

 Pemangku Adat Ujung Kerajaan Pagaruyung dikatannya tidak pernah mengurus Negeri, keberadaannya hanya untuk melaporkan Masyarakat kepada penegak hukum karena tidak mampu mempengaruhi Masyarakat untuk mencapai tujuannya. 

Agar mengakui adat Ujung Kerajaan Pagaruyung Rencong Telang, oknum tersebut diduga menakut-nakuti masyarakat dengan laporan ke penegak hukum.

“Benar, ada himbauan dari pemangku Adat 4 Depati Kerinci, dan itu bukan berita bohong bahwa Ulayat adat 4 Depati tidak pernah dijajah oleh Ujung Kerajaan Pagaruyung, dan ini murni penyesatan sejarah. Dan ini juga merupakan pelanggaran berat.” jelasnya.

Ia juga menjelaskan ketua dan panitia pelestarian Adat di Kerinci ini juga harus mengambil sikap tegas terhadap penyesatan sejarah ini, karena berdampak tidak sehat pada generasi muda mendatang, bisa-bisa Adat Kerinci ini hilang sirna ditelan penyesatan tersebut.


Ketika dikonfirmasikan kepada Bupati Kerinci  terkait permasalahan tersebut

Hingga berita ini ditulis, belum bisa ditemui dikarenakan kesibukannya. (Khps)
 

Facebook comments